Jumat, 23 Agustus 2013

MENGENAL HANTU DARI RRC (Chinese)

1. 牛头马面Niú Tóu Mǎ Miàn/Kepala lembu-wajah kuda/Ox-Head Horse-Face
Niu tou ma mian adalah hantu penjaga akhirat. Mereka memiliki kepala lembu dan wajah kuda, tetapi bertubuh pria. Seperti Heibai Wuchang, mereka bertugas mengawal roh-roh orang mati ke akhirat. Niutou mamian biasanya digambarkan sebagai roh yang dipersenjatai dengan garpu rumput dan membawa rantai logam untuk mengikat para roh.

2. 女鬼Nǚ Guǐ/ Hantu wanita/ Female ghosts
Nu gui adalah hantu wanita pendendam dengan rambut panjang di balut gaun putih. Dalam cerita rakyat Tiongkok, hantu ini digambarkan sebagai roh seorang wanita yang bunuh diri sambil mengenakan gaun merah. Biasanya, ia mengalami kasus ketidakadilan ketika masih hidup, seperti dilecehkan secara seksual atau dirampok. Nu gui pun kembali untuk membalaskan dendamnya pada orang-orang yang menyakitinya semasa hidup.
3. 恶鬼 É guǐ /Hantu Kelaparan/Hungry Ghosts
E gui mengacu pada hantu yang muncul selama Festival Hantu (Zhongyuanjie) berlangsung di Tiongkok. E gui diyakini sebagai roh dari orang-orang yang melakukan dosa karena keserakahan mereka ketika masih hidup, dan telah dikutuk untuk menderita kelaparan setelah kematian.
E gui memiliki mulut yang terlalu kecil untuk menelan makanan dan seluruh tubuhnya ditutupi dengan kulit berwarna hijau atau abu-abu, kadang-kadang dengan perut gendut. Hantu ini menderita rasa lapar yang tak akan pernah bisa terpuaskan. Dia menghantui jalanan dan dapur, mencari korban dan makanan yang telah membusuk. E gui yang lapar juga melahap segalanya, termasuk kotoran dan daging busuk. makanya kita juga sering dengar seseorang yang rakus makannya ia disebut “Hantu kelaparan”..


4. 僵尸 jiāngshī /Drakula China/Chinese Zombie
Pernah nonton Vampir China? Hantu ini biasanya digambarkan sebagai mayat hidup yang dapat bergerak dan menghisap darah manusia. Siapapun yang dihisap darahnya juga akan berubah menjadi vampir.

Dalam cerita atau legenda rakyat Tiongkok, vampir dikenal dengan sebutan jiangshi atau juga dieja chiang-shih. Jiangshi biasanya digambarkan sebagai mayat kaku yang mengenakan pakaian resmi dari Dinasti Qing dan bergerak dengan cara melompat dan merentangkan kedua tangan ke depan.

Jiangshi akan membunuh makhluk hidup untuk menyerap qi atau "energi kehidupan" yang dalam hal ini berupa darah. Hantu ini biasanya keluar pada malam hari, sedangkan pada siang hari dia akan berbaring di dalam peti mati atau bersembunyi di tempat gelap seperti gua.

Ji Xiaolan, seorang sarjana dari Dinasti Qing, pernah menyebutkan dalam bukunya yang berjudul Yuewei Caotang Biji bahwa penyebab dari mayat hidup dapat diklasifikasikan dalam dua kategori, yakni orang yang baru saja meninggal lalu kembali hidup, atau mayat yang telah terkubur untuk waktu yang lama tetapi tidak membusuk.

5. 芭蕉鬼bā jiāo guǐ /Hantu Pisang/ Banana ghosts
Ba jiao gui secara harfiah diartikan sebagai hantu pisang. Hantu wanita yang tinggal di pohon pisang ini akan muncul sembari meratap pada malam hari, kadang-kadang sambil membawa bayi. Dalam beberapa cerita rakyat negara lain seperti dari Thailand, Malaysia dan Singapura, orang-orang senang meminta nomor undian dari hantu itu dengan harapan memenangkan undian.

Mereka akan mengikat benang merah mengelilingi batang pohon dan menempelkan jarum di dalamnya dan kemudian mengikat ujung tali ke tempat tidur mereka. Saat malam hari, Ba jiao gui akan muncul dan memohon kepada orang-orang itu untuk membebaskannya, dan sebagai imbalannya, ia akan memberikan nomor undian. Jika orang tersebut tidak memenuhi janjinya untuk membebaskan hantu tersebut setelah menang, dia akan bertemu dengan kematian yang mengerikan. Hantu ini sering disamakan dengan Kuntilanak, hantu dalam cerita rakyat Melayu.

6. 黑白无常 Hēi Bái Wúcháng/Membasmi yang jahat,menolong yang baik/Rewarding the good and punishing the bad
Dalam beberapa cerita, Heibai Wuchang konon sering muncul selama Festival Hantu berlangsung dan siapapun yang membuat pahala yang baik akan diberikan keping emas oleh mereka. Ada beberapa patung Heibai Wuchang yang ditaruh di beberapa kuil di Tiongkok, di mana mereka disembah, dan biasanya digambarkan dengan seringaian ganas di wajah mereka dan lidah merah yang panjang mencuat keluar dari mulut untuk menakut-nakuti roh-roh jahat.

7. 无头鬼wú tóu guǐ/ Hantu tanpa kepala/ Headless ghosts
Wutou gui adalah hantu tanpa kepala yang berkeliaran tanpa tujuan jelas. Mereka adalah roh-roh orang yang dibunuh dengan cara dipenggal. Itu bisa dikarenakan berbagai sebab, misalnya eksekusi, kecelakaan dan lain-lain. Dalam beberapa cerita rakyat Tiongkok, wutou gui konon akan mendekati seseorang di malam hari dan meminta kepala orang tersebut. Wutou gui juga kadang-kadang digambarkan sebagai roh pembawa kepala.

8. 冤鬼yuān guǐ (枉死wǎngsǐ)/Hantu yang mencari keadilan/ghost with grievance
Yuan gui berkeliaran di dunia orang hidup sebagai roh tertekan dan gelisah yang terus-menerus berusaha agar keluhan mereka ditebus. Dalam beberapa cerita, hantu ini akan mendekati seseorang yang hidup dan berusaha untuk berkomunikasi dengan orang tersebut dalam rangka untuk memberi petunjuk atau bukti yang bisa mengungkapkan kebenaran tentang kematian mereka. Orang hidup tersebut akan membantu yuan gui membersihkan nama mereka atau memastikan bahwa keadilan ditegakkan.

9. 游魂野鬼yóu hún yě guǐ/Hantu gentayangan/ Wandering souls and wild ghosts
You hun ye gui mengacu pada roh orang mati yang terus berkeliaran. Mereka berkeliaran di dunia orang hidup dalam Bulan Lunar Ketujuh (biasanya sekitar bulan Agustus dalam kalender Gregorian) selama Festival Hantu berlangsung. Roh-roh you hun ye gui meliputi: hantu pendendam yang ingin membalas dendam pada orang-orang yang telah menyinggung mereka semasa hidup.
Beberapa roh ini tidak memiliki kerabat yang tinggal atau tidak memiliki tempat peristirahatan yang jelas, sementara yang lain mungkin kehilangan arah dan tidak dapat kembali ke akhirat sehingga mereka terus menjelajah dunia orang hidup setelah Bulan Lunar Ketujuh.

Kamis, 25 April 2013

Cai Sin Ya – Dewa Harta

Di antara sekian banyak dewa-dewa, seandainya diadakan pemungutan suara: “Dewa apakah yang paling disukai?” Barangkali 財神爺 Cai Shen Ye {Hok Kian = Cai Sin Ya} akan terpilih dengan mendapatkan suara terbanyak. Walau bagaimanapun, realitas hidup di dunia ini, kebutuhan/tuntutan manusia akan uang/harta, selamanya tidak akan ada habis-habisnya. Sementara baik apakah Cai Shen bisa sungguh-sungguh memberikan kekayaan atau tidak, maupun keberadaan Dewa Harta (Dewa Kekayaan) itu sendiri, sedikit banyak dapat memuaskan fantasi orang banyak terhadap kekayaan.
Dewa Harta yang dipercaya di kalangan rakyat jelata sangat banyak macamnya, ada 文武財神 Wen Wu Cai Shen {Bun Bu Cai Sin} – Dewa Harta Sipil & Militer, 五路財神 Wu Lu Cai Shen {Ngo Lo Cai Sin} – Dewa Harta dari Lima Jalan, 增福財神 Zheng Fu Cai Shen {Tiam Hok Cai Sin} – Dewa Kekayaan Penambah Rezeki, dan lain-lain. 土地公 Tu Di Gong {Tho Tek Kong} – Dewa Bumi adalah Cai Shen yang paling dikenal oleh semua orang.
Cai Sin Ya memiliki wilayah penghormatan yang luas. Sembahyang kepada Cai Shen, selain terdapat di kelenteng-kelenteng, juga terdapat di rumah-rumah penduduk.
Wu Cai Shen (Dewa Kekayaan Militer) adalah 玄壇元帥趙公明 Xuan Tan Yuan Shuai Zhao Gong Ming {Hian Tan Gwan Swe Tio Kong Beng} dan 關公 Guan Gong {Kwan Kong}.
Latar belakang kisah Cai Shen Ye ada beberapa macam versi. Yang paling terkenal adalah Riwayat 趙公明 Zhao Gong Ming {Tio Kong Beng} yang tertulis dalam 封神榜 Feng Shen Bang (Daftar Penganugerahan Dewa-Dewa). Dalam Feng Shen Bang ini diceritakan sebagai berikut:
Kaisar Zhou Wang {Tiu Ong} dari Kerajaan Shang memerintahkan Wen Zhong {Bun Tiong} jendralnya yang terkenal, untuk menyerbu Xi Chi, basis pertahanan pasukan Wen Wang {Bun Ong}. Untuk mencapai tujuannya tersebut, Wen Zhong minta bantuan 6 orang sakti untuk membentuk formasi barisan yang disebut Shi Jue Zhen {Si Ciap Tin} – Sepuluh Barisan Pemusnah. Tapi 姜子牙 Jiang Zi Ya berhasil menghancurkan 6 di antaranya. Melihat kekalahan di pihaknya, Wen Zhong meminta bantuan Zhao Gong Ming yang pada waktu itu sedang bertapa di gua Lou Fu Dong, pegunungan E Mei Shan {Go Bi San}.
Zhao Gong Ming menyatakan kesanggupannya untuk membantu. Pada waktu ia turun gunung, seekor harimau besar menerkam. Harimau itu tak berkutik di bawah tudingan 2 jari tangannya. Kemudian ia mengendarai harimau yang telah diikat lehernya dengan angkin (sejenis kain). Pada dahi si raja hutan tersebut ditempelkan selembar Hu (Surat Jimat). Selanjutnya harimau itu menjadi tunggangannya & tunduk pada perintahnya.
Dengan mengendarai harimau, Zhao Gong Ming bertempur dengan Jiang Zi Ya. Setelah beberapa jurus, Zhao Gong Ming mengeluarkan ruyung saktinya & menghajar Jiang Zi Ya hingga roboh & tewas. Tapi, datanglah Guang Cheng Zi {Kong Sheng Cu} yang lalu menolong Zi Ya sehingga ia hidup kembali. Huang Long Zhen Ren {Wi Liong Cin Jin} keluar untuk bertempur dengan Zhao Gong Ming, tapi ia tertawan oleh tali wasiat Zhao Gong Ming. Chi Jing Zi & Guang Cheng Zi juga terpukul jatuh oleh pertapa dengan banyak kesaktian tersebut.
Kemudian Jiang Zi Ya mendapat bantuan dari Xiao Sheng, seorang sakti dari pegunungan Wu Yi Shan. Semua wasiat dari Zhao Gong Ming berhasil dirampas. Karena merasa malu Zhao Gong Ming kabur ke pulau San Xian Dao (Pulau 3 Dewa) untuk menemui Yun Xiao Niang Niang, seorang petapa wanita yang sakti. Zhao Gong Ming meminjam sebuah gunting wasiat kepada Yun Xiao Niang Niang untuk merebut kembali wasiat-wasiatnya yang dirampas musuh.
Ternyata gunting wasiat itu adalah 2 ekor naga yang berubah wujud, dengan kemampuan yang luar biasa. Banyak dewa-dewa sakti dari pihak Jiang Zi Ya terpotong menjadi 2 bagian & tewas karena pusaka ini. Jiang Zi Ya menjadi gelisah, para prajuritnya juga menjadi gentar. Pada saat yang kritis ini datanglah seorang Taoist dari pegunungan Gun Lun Shan {Kun Lun San} yang bernama Lu Ya. Lu Ya menyuruh Jiang Zi Ya membuat boneka dari rumput. Pada tubuh boneka rumput tersebut diletakkan selembar kertas yang dituliskan nama Zhao Gong Ming. Pada bagian kepala & kaki dipasang masing-masing sebuah pelita kecil. Di depan boneka Zhao Gong Ming tersebut diadakan sembahyangan selama 21 hari berturut-turut. Jiang Zi Ya atas nasehat Lu Ya bersembahyang di situ beberapa hari. Ia terus bersembahyang sampai suatu hari Zhao Gong Ming merasakan jantungnya berdebar-debar, badannya terasa panas dingin tak menentu. Semangat & tenaganya lenyap. Pada hari ke-21, setelah mencuci rambutnya, Jiang Zi Ya mementang busur & mengarahkan anak panah ke mata kiri boneka rumput tersebut. Zhao Gong Ming yang berada di kubu pasukan Shang, mendadak merasa mata kirinya sakit sekali & kemudian menjadi buta. Panah Jiang Zi Ya berikutnya diarahkan ke mata kanan boneka Zhao Gong Ming & panah ketiga diarahkan ke jantungnya. Akhirnya Zhao Gong Ming yang sakti ini tewas terpanah oleh Jiang Zi Ya.
Setelah Wen Wang berhasil menghancurkan pasukan Shang & mendirikan dinasti Zhou, Jiang Zi Ya melaksanakan perintah gurunya untuk mengadakan pelantikan para malaikat. Zhao Gong Ming dianugerahi gelar Jin Long Ru Yi Zheng Yi Long Hu Xuan Tan Zhen Jun yang secara singkat disebut 正一玄壇真君 Zheng Yi Xuan Tan Zhen Jun {Ceng It Hian Than Cin Kun}.  Xuan Tan Zhen Jun mempunyai 4 pengiring yang disebut 財神使者 Cai Shen Shi Zi, Duta Dewa Kekayaan, yaitu :
  1. 招寳天尊蕭升Zhao Bao Tian Zun Xiao Sheng (Malaikat Pemanggil Mestika)
  2. 納珍天尊震寳Na Zhen Tian Zun Zen Bao (Malaikat Pemungut Benda Berharga)
  3. 招財使者陳九公Zhao Chai Shi Zhe Chen Jiu Gong (Duta Pemanggil Kekayaan)
  4. 利市仙官姚少司Li Shi Xian Guan Yao Shao Si (Pejabat Dewa Keuntungan)
Xuan Tan Zhen Jun bersama 4 pengiringnya ini sering ditampilkan secara bersama-sama dalam bentuk gambar & disebut Wu Lu Cai Shen {Ngo Lo Cai Sin} – Dewa Kekayaan dari Lima Jalan.
Dewa Kekayaan ini sering ditampilkan sebagai seorang panglima perang berwajah bengis dengan pakaian perang lengkap, 1 tangan menggenggam ruyung & tangan yang lain membawa sebongkah emas, mengendarai seekor harimau hitam. Ini merupakan gambaran berdasarkan buku Feng Shen Bang tersebut.